Tentang Proyek Ini
Digital Placemaking di Kampung Bersejarah
Perkembangan teknologi digital mengubah cara kita mengalami sebuah tempat. Placemaking, yaitu proses mengubah ruang menjadi tempat yang bermakna, bekerja dengan menjalin cerita manusia ke dalam bentuk, aktivitas, dan makna suatu lokasi. Digital placemaking memperluasnya melalui teknologi, sehingga bentuk-bentuk bersejarah yang hilang atau berubah dapat dihadirkan kembali secara digital, seperti dalam proyek Hong Kong Martial Arts Living Archive (2012) dan The Lost Palace (2016) dari Historic Royal Palaces.
Strategi ini masih jarang diterapkan pada kampung bersejarah, di mana penelitian placemaking yang ada cenderung berfokus pada kondisi fisik dan aktivitas komunal, sementara pertumbuhan penduduk yang pesat dan keterbatasan ruang mengikis bentuk-bentuk bersejarahnya. Proyek ini mengusulkan strategi digital untuk Kampung Kungfu Kapasan, permukiman Tionghoa yang secara historis penting di Surabaya. Bentuk dan aktivitasnya telah berkembang dari waktu ke waktu.
Kampung Kungfu di Kapasan Dalam, Surabaya, adalah permukiman komunitas Tionghoa sejak masa kolonial Belanda. Tradisi kungfu warganya melindungi komunitas dan mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia. Selama perang, jaringan gang kampung yang padat dan rumit menjadikannya tempat persembunyian yang efektif bagi para pejuang Indonesia. Namun kini, latihan kungfu terkonsentrasi terutama pada generasi yang lebih tua. Kampung ini juga mencerminkan perpaduan mendalam antara budaya Tionghoa dan Jawa setempat, yang terlihat terutama pada bentuk bangunan klenteng Boen Bio.
Proyek ini menawarkan tur virtual ke beberapa tempat dan masa di Kampung Kungfu Kapasan, memungkinkan pengunjung bergerak melintasi ruang dan waktu di antara adegan panorama 360°, yang dapat diakses daring dan, di lokasi, melalui kode QR. Proyek ini terinspirasi dari 360 Riot Walk (2023), tur jalan interaktif karya Henry Tsang tentang Kerusuhan Anti-Asia 1907 di Vancouver. Jika proyek tersebut menelusuri satu peristiwa sejarah di sepanjang sebuah rute, proyek ini menggambarkan cerita, bentuk bangunan, dan aktivitas sehari-hari yang berubah di berbagai titik dalam satu kampung dari waktu ke waktu. Titik-titik yang ditampilkan meliputi klenteng Boen Bio (1920-an dan 2020-an), Lapangan Komunitas (1940-an dan 2020-an), Balai Tong Hiang Hwee (1940-an dan 2020-an), permukiman kampung (1880-an dan 1930-an), dan Pasar Kapasan (1940-an).
Catatan tentang Akurasi Sejarah
Panorama 360° dan rekonstruksi 3D masa lalu yang disajikan dalam tur virtual ini merupakan interpretasi ilustratif, bukan catatan sejarah yang persis. Rekonstruksi ini dikembangkan berdasarkan foto arsip, kliping surat kabar, sejarah lisan, dan literatur akademik yang tersedia. Sebagian sumber ini kerap tidak lengkap, tidak konsisten, atau terbuka terhadap beragam tafsir. Ketika dokumentasi visual langsung tidak tersedia, adegan direkonstruksi melalui perkiraan berbasis sejarah yang dipandu oleh deskripsi tertulis dan lisan.
Oleh karena itu, detail arsitektur, tata ruang, warna, dan unsur visual tertentu dalam adegan sejarah sebaiknya dipahami sebagai pendekatan artistik dan edukatif, bukan reproduksi arkeologis atau fotografis yang presisi. Kami telah berusaha sebaik mungkin mendasarkan rekonstruksi ini pada sumber yang kredibel, dan kami menyambut koreksi, dokumentasi tambahan, atau pengetahuan komunitas yang dapat membantu meningkatkan akurasinya pada pembaruan mendatang
Kredit
Peneliti & Perancang
Jeremy Lovendianto, S.Ars., M.Ars.
FX Teddy Badai Samodra, S.T., M.T., Ph.D.
Prof. Dr. Dipl.Ing. Sri Nastiti N. Ekasiwi, M.T.
Audrey Tara Dianagri, S.Ars., M.Arch.Sci.
Departemen Arsitektur, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Kontributor Sejarah Lisan
Dony Djhung
Michael Wijaya
Mitra Komunitas
Wisata Kampung Pecinan Kapasan Dalam
Sumber Arsip
Koleksi gambar KITLV, Universiteit Leiden
Repositori Delpher, Koninklijke Bibliotheek
Ucapan Terima Kasih
Terima kasih kepada warga Kampung Kungfu Kapasan yang telah membagikan cerita, ingatan, dan kehidupan sehari-hari mereka kepada proyek ini.
Pendanaan
Proyek ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, melalui skema Penelitian Terapan Luaran Model.
Kontrak Induk No. 171/C3/DT.05.00/PL-BARU/2026 (13 April 2026)
Kontrak Peneliti No. 2158/PKS/ITS/2026 (5 Mei 2026)