Lapangan terbuka ini selalu menjadi inti kehidupan Kapasan, meskipun apa yang berdiri di atasnya berubah berkali-kali. Jauh sebelum ada bangunan di sini, tanah ini merupakan bagian dari hutan kapuk (randu) yang lebat, yang memberi nama Kapasan. Di hutan itulah tradisi kungfu (Kunthauw) komunitas ini pertama kali berakar. Ketika hutan berganti menjadi kampung dan lapangan terbuka, klenteng Boen Bio yang pertama dibangun di sini, menghadap ke arah perkampungan, bukan ke jalan raya. Bangunan itu dahulu merupakan kuil yang lebih sederhana dibandingkan klenteng megah di Jalan Kapasan yang kita lihat sekarang, yang dibangun jemaat kemudian seiring berkembangnya komunitas.
Bangunan tersebut kemudian menjadi balai Tiong Hoa Hwe Koan (THHK) tempat dewan komunitas dahulu bersidang, lalu dialihfungsikan menjadi taman kanak-kanak, sebelum akhirnya dibongkar dan dibangun menjadi Graha Boen Bio yang tinggi dan modern, yang berdiri di sini sekarang. Tradisi bela diri Kunthauw masih dilatih dua kali seminggu di dalam Graha Boen Bio hingga hari ini, membawa garis perguruan yang tak terputus dari masa lalu hingga masa kini.
Lapangan komunitas ini masih menjadi tempat berkumpul yang hidup. Setiap tahun kampung menggelar Sedekah Bumi (juga disebut Bersih Desa), tradisi syukur dan pembersihan kampung, untuk memperingati hari lahir Konfusius. Pada 2024, warga memanjatkan doa di Punden Kapasan Dalam, menikmati tumpeng bersama, serta menyaksikan tarian Barongsai dan pertunjukan wayang kulit. Perpaduan adat Tionghoa dan Jawa dalam satu perayaan menunjukkan bagaimana komunitas-komunitas di kampung ini hidup berdampingan.
Arsip

1932 Boikot dan Liem Khoen Hian
Pada 1932, kampanye boikot sepak bola yang diorganisasi dari perkumpulan "Nan-yang" di Kapasan ini berujung pada penangkapan jurnalis Liem Khoen Hian. Beberapa bulan kemudian, ia mendirikan partai nasionalis Tionghoa-Indonesia pertama dari sebuah rumah di lingkungan ini juga.
Sumber: delpher.nl

2021 Taman Kanak-kanak
Di dalam Pecinan Kapasan Dalam, terdapat sebuah bangunan yang berfungsi sebagai taman kanak-kanak. Bangunan ini memiliki atap bergaya Tiongkok bertipe Xuán Shān (懸山).
Sumber: Gunawan et al, 2021.

2024 Graha Boen Bio
Graha Boen Bio dibangun di atas bekas lokasi taman kanak-kanak. Bangunan ini kini berfungsi untuk kegiatan komunitas, seperti latihan barongsai dan kungfu (Kunthauw) setiap minggu.
Sumber: Penulis, 2024.


2024 Punden Kapasan Dalam
Tempat sakral tempat warga berdoa kepada roh penjaga tanah, sebuah tradisi yang berakar pada kepercayaan Jawa.
Sumber: Penulis, 2024.